BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Senin, 04 Oktober 2010

I’m Not Lizzie

1: Lynn’s Secret Story
“Hey, ingat ini yang pertama kalinya kuberi tahukan padamu. Pertama aku ingin menjadi yang terpopuler, kedua aku ingin mendapatkan perhatian dari ayah dan ibu. Dan yang teakhir kau pasti ingat!” ucap Lynn kepada saudara kembarnya Lizzie. “Sebenarnya, apa yang ketiga itu?” ucap saudara kembar Lynn, Alyssa Emielline Adisson. “Huh, kau akan mengerti besok saat pelajaran tambahan berlangsung!”. Mereka adalah saudara kembar yang cukup buruk hubungannya−tapi sedikit akrab dalam hal pelajaran. Alynna Emmaline Adisson, suka olahraga dan pelajaran metematika. Sedangkan Alyssa Emielline Adisson, suka Fisika, dan music. Mereka adalah sudara yang sangat mirip, bahkan tidak ada yang bisa membedakannya.
Pelajaran tambahan, “Hmmmphhh… ummm…ahhhhmmm…sssss….sssebbbb… Pssssttt… Lizz?!” bisik Lynn. “Yap…” “Psssstttt… baca ini” Lynn melemparkan surat kepada Lizzie. Dia membuka gulungan kertas itu lalu membacanya, ini bacaannya:
SEBENARNYA, AKU TAK TEGA MEMBICARAKANNYA. MAUKAH KITA BERTUKAR… POSISI?
Lizz tampak bingung dengan surat saudaranya itu. Apa maksud bertukar posisi? “Psssstttt…. Lynn apa maksudmu?”. “ambil suratnya” Lynn lagi-lagi melemparkan kertas :
KAU JADI LYNN DAN AKU JADI LIZZ
Lizz kaget, mengapa Lynn ingin bertukar posisi?
Ya, itu karena Lynna ingin mendapat perhatian orang tuanya. Karena Lizzie selalu yang jadi perhatiannya. “Jadi itu yang ketiga?” Tanya Lizzie sepulang pelajaran tambahan. “Ya, begitulah. Ku mohon Lizz, hanya seminggu saja!” mohon Lynn. “Itu tidak buruk.”singkat Lizzie. “Jadi kau mengizinkan?” “tentu saja, lagi pula aku ingin merasakan tidak jadi popular. Dan kau bisa menjadi anak terpopuler. Jadi semuanya selelsai”

2: Lynn = Lizzie
“Okay, yang kita lakukan adalah tenang. Kita harus memakai wik, aku tidur di kamarmu, dan kau boleh tidur di kamarku. Ingat, kau harus menghafalkan nama-nama temanku.” ucap Lynn. “Lynn, kau juga harus menghafalkan nama-nama temanku. Ingat, sopan pada ayah dan ibu” ikut Lizzie. “Ummmm… Lizz maukah kamu bersikap baik kepada ayah dan ibu?” ujar Lynn sambil berbisik. “Buat apa? Bukankah sikapmu tidak begitu− tapi sejujurnya aku tak bisa bersikap nakal!” ujar Lizzie. “Agar… ayah dan ibu menyayangiku. Jadi, jika kita sudah kembali seperti semula, ayah dan ibu sayang pada kita berdua. Dan aku bejanji hubungan kita akrab selamanya” ucap Lynn sedikit meringis.
Tiba-tiba, angin ribut bergemuruh di sekitar mereka, menerbangkan apa saja yang ada di dalam kamar. Petir menyambar kesana kemari. Lynn dan Lizzie keluar kamar, mencari orangtuanya. Ayah dan ibu memeluk Lizzie. Hal itu membuat Lynn cemburu. Lizzie segera memeluk saudara kembaranya. Kemudian, Lynn dan Lizzie lari ke kamarnya lagi. Petir menyambar keduanya. GLEGAR…….. BUZZZZ….. CRINGGGGGG…. GGLLLLLEEEEEGGGAAARRRRRRR….. CRRRRRRRKKKKKK….. BUZZZZZZZZZZZ…. “Aaaaaaaaaaaaaaaaa” mereka berteriak. Namun, apa yang terjadi? “Uhhhhh… apa yang terjadi? Dan… haaaaa apa ini?? Kau Lynn??? Sedangkan akkkk…uuuu…aaakkkuuu…AKU LIZZIE??????” Lynn segera terbangun, sementara itu Lizzie berusaha menyeimbangkan badannya. “Apaaa?? Kau Lizz?? Jaaa…jaaa… jadi …. Aaaa…kuuu… aku Lynn?” sepertinya Lizzie juga kaget.
Ini ajaib, seorang Alynna Emmaline Adisson menjadi seorang Alyssa Emielline Adisson. Dan Alyssa Emielline Adisson menjadi Alynna Emmaline Adisson. Sangat mustahil, hanya karena tersambar petir? “Apa ini?? Kalian tidak apa-apa? Ayah dan ibu sangat khawatir” gumam ayah dan ibu yang tiba-tiba memuka pintu kamar mereka. Ibu segera memeluk Lynn yang menjadi seorang Lizzie. Lynn baru merasakan dipeluk kedua orang tuanya. Begitu terasa hangat dan nyaman. Lizzie yang kini menjadi Lynn tersenyum menatap saudaranya yang sudah mendapatkan impiannya. Tapi lihat saja ketika kejadian di ruang makan dan di sekolah. Semuanya tampak berbeda– Lizzie menjadi pemurung.